Tampilkan postingan dengan label Ilmu Budaya Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Budaya Dasar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2014

Hasil Diskusi Kelompok 7 (Manusia dan Pandangan Hidup)

1.         Anita Dwi Jayanti (Kel 1)
Q: Bagaimana seandainya pandangan hidup seseorang berubah-rubah? Apakah bisa?
A: Ya, pandangan hidup seseorang dapat berubah-rubah seiring dgn bertambahnya umur, wawasan serta pengalaman orang tsb. Biasanya pandangan hidup didapat bersamaan dgn pencarian jati diri.

2.         Ririn Andarini (Kel 2)
Q: Apakah pandangan hidup seseorang dipengaruhi faktor keluarga atau tidak?
A: Ya, faktor keluarga dpt berpengaruh terhadap pandangan hidup seseorang. Karena, seperti yg sudah kami bicarakan sebelumnya, keseharian kebanyakan individu dilakukan bersama keluarga. Oleh sebab itu, apa yg diajarkan atau apa yg dipelajari individu tsb dalam keluarganya dpt mempengaruhi cara berfikir serta pandangan hidup individu tsb.

3.         Vilvi Gita Favori (Kel 3)
Q: Apakah langkah berpandangan hidup yg baik harus dijalankan sesuai aspek berpandangan hidup yg baik?
A: Ya, jelas. Seperti judulnya "Langakah-langkah berpandangan hidup yg baik" jadi apabila salah satu langkah itu tdk dilakukan, maka tdk dpt dikatagorikan sbg langkah-langkah berpandangan hidup yg baik.

4.         Kurniawan Wicaksono (Kel 4)
Q: Bisa tdk ideologi Indonesia ditambah menjadi dua dgn ideologi komunis seperti di Cina?
A: Tidak bisa. Karena menurut kami, ideologi itu sbg identitas negara. Proklamator kita, Soekarno, telah menetapkan ideologi pancasila sbg ideologi bangsa kita. Dan dahulu, partai komunis ditentang di Indonesia. Jadi, tdk bisa ideologi kita, ideologi pancasila, ditambah dgn ideologi komunis.

5.         Syarah Syabina (Kel 5)
Q: Apakah contoh aliran sosialisme?
A:

6.         Dwanny Kinanti (Kel 6)
Q: Bagaimana jika ada sebuah keluarga yg masih benar-benar kolot, yg apapun keinginan orang tuanya harus dituruti sang anak. Orang tua itu menyuruh anaknya utk meneruskan perusahaan keluarga, tetapi di satu sisi sang anak juga mempunyai cita-cita yg ingin ia raih. Apabila sang anak tidak mau menuruti keinginan orang tuanya tsb, orang tuanya mengancam tidak akan menganggap ia sbg anaknya lagi dan disuruh meninggalkan rumah. Apakah yg harus dilakukan sang anak? Kalau ia mengikuti kehendak orang tuanya, bagaimana dgn cita-citanya?
A: Menurut kami, yg pertama harus dilakukan sang anak adalah membicarakan semua keinginan&apa yg ia rasakan kepada orang tuanya. Jika orang tuanya masih terus memaksa, maka ia harus berani mengmbil keputusan dgn berbagai konsekuensi yg harus ia terima. Jika ia memilih utk meraih cita-citanya, maka ia harus siap dgn segala kosekuensinya. Tetapi, sekeras-kerasnya pemikiran&keinginan orang tua, mereka masih punya hati nurani. Masa mereka tidak luluh melihat kerja keras&usaha sang anak mewujudkan cita-citanya?

8.         Rama Revaldi (Kel 8)
Q: Apa yg menyebabkan gagalnya cita-cita seseorang?
A: Orang tsb tidak bekerja keras utk mewujudkan cita-citanya. Selain bekerja keras, juga harus disertai dgn doa&usaha yg gigih. Manusia hanya dapat berusaha&berencana, tetapi yg mnentukan segalanya adalah Tuhan.

9.         Bagus Asidik (Kel 9)
Q: Mengapa usaha butuh kerja keras?
A: Karena, bila dikerjakan dgn setengah hati menurut kami itu bukan usaha namanya. Usaha itu adalah perjuangan seseorang utk meraih apa yg ia inginkan. Bila tdk disertai perjuangan, bagaimana keiginan itu dpt terwujud??

10. Dondwi (Kel 10)
Q: Dapatkah pandangan hidup berbeda dgn ideologi?

A: Menurut kami, bisa. Karena, pandangan hidup itu pendapat/pertimbangan yg dijadikan pegangan, pedoman&petunjuk hidup di dunia. Jika ideologi di negaranya tdk sesuai dgn pendapat yg ia miliki, otomatis individu tsb tdk menjadikannya sbg pandangan hidup. Pandangan hidup bisa saja didapatkann melalui pengalaman, wawasan, atau bisa juga lingkungan

Kamis, 21 November 2013

Manusia dan Penderitaan

1. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Penderitaan adalah bagian dari kehidupan.


2. Siksaan atau penyiksaan digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Siksaan biasa disebut sebagai awal mula datangnya penderitaan baik siklsaan berupa fisik maupun batin / psikis.



3. Kekalutan Mental dapat diartikan saat manusia mendapati suatu keadaan yang membuatnya stress dan merasa tidak mampu menghadapi bahkan mengatasi masalah tersebut. Dampak dari kekalutan mental lebih parah dari penderitaan karena dapat membuat stress yang berkepanjangan , mengisolasi diri , mengalami gangguan jiwa dan yang paling parah bunuh diri sebagai penyelesaiannya.

Contoh–contoh Penderitaan dan Penyebabnya

    Nasip buruk karena ulah manusia itu sendiri


    Kehilangan orang tua


    Kemiskinan merasa tidak pernah cukup dengan apa yang telah ia punya


    Bencana

Manusia dan Keindahan



 Keindahan mempunyai sifat yang alamiah. Keindahan tak terikat oleh selera perorangan. Keindahan identik dengan suatu kebenaran. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.

Sifat Keindahan
a. Keindahan itu kebenaran.
b. Keindahan itu abadi.(tidak mudah dilupakan)
c. Keindahan mempunyai daya tarik.
d. Keindahan itu universal(tidak terikat oleh selera perseorangan)
e. Keindahan itu wajar (apa adanya)

Keserasian berasal dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.

Kamis, 17 Oktober 2013

Manusia dan Pandangan Hidup



      LATAR BELAKANG     
Dalam hidip ini, pandangan hidup ternyata sangat penting, baik untuk kehidupan sekarang maupun akan datang. Pandangan hidup merupakan bagian hidup manusia, karena tidak ada seorang pun yang hidup tanpa pandangan hidup meskipun tingkahnya berbeda-beda.
Menurut Koendjaraningrat, pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, yang dipilih secara selektif oleh para individu dan golongan di dalam masyarakat. Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap hidup, semuanya itu tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan.
Dalam hidup ini kita sangat membutuhkan pandangan hidup, karena pandangan hidup akan mengacu kita pada kehidupan yang lebih baik dan memotifikasi kita untuk menggapai sesuatu yang kita inginkan.
















A.               Pandangan Hidup dan Ideologi

        
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Pandangan-hidup kita akan menganut prinsip-hidup yang bersesuaian dengannya, dan Kita pun akan menganut pola-pikir yang bersesuaian dengan prinsip-hidup kita. Apapun agama yang kita anut lantaran kelahiran, awalnya, kita mungkin belum punya sebentuk pandangan hidup tertentu yang pasti, Kita masih menjalani hidup secara coba-coba, dengan meraba-raba. Di dalam menjalaninya selama ini, mungkin kita telah tabrak sana tabrak sini, sampai dengan menemukan sebentuk pandangan hidup yang rasanya cocok, sesuai dengan kondisi fisiko-mental kita. Apa yang kita perlukan untuk menjalani hidup ini bukanlah yang rasanya cocok atau yang kita senangi, melainkan yang baik dan mendatangkan kebaikan buat kita dan orang lain, bahkan bila mungkin, ia juga bisa mendatangkan kebaikan buat sebanyak-banyaknya orang. Disinilah kita perlu amat berhati-hati.

        Sedangkan Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan.  Kata ideologi diciptakan oleh Destutt de Tracy pada abad ke-18 untuk mendefinisikan “sains tentang ide”. Ideology berasal dari bahasa Yunani dan merupakan gabungan dari dua kata yaitu edios yang artinya gagasan atau konsep dan logos yang berarti ilmu. Pengertian ideology secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Dalam arti luas, ideology adalah pedoman normative yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nila dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi. Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkanWeltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik.







B.   Cita-Cita

          Cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi. Dengan kata lain cita-cita merupakan keinginan, harapan, atau tujuan manusia yang selalu ada dalam pikirannya dan akan terus bertambah tinggi seiring bertambahnya usia manusia mtersebut. Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan.  Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup.
Cita-cita adalah perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita juga merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu. Berikut ada beberapa faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita-citanya :
3 Faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita-citanya antara lain:
    - Manusia itu sendiri
    - Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita-cita tersebut
    - Seberapa tinggi cita-cita yang ingin dicapai.
2 Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapai tidaknya cita-citanya antara lain:
    - Faktor yang menguntungkan
    - Faktor yang menghambat.

C.     Makna Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yagn sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik. Sebagai mahluk pribadi, manuda dapat menentukan sendiri a pa yang baik dan apa yang buruk. Baik dan buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Jadi suara hati dapat merupakan hakin untuk diri sendiri.
           Suara hati selalu memilik yang baik, sebab itu ia selalu mendesak orang untuk berbuat yang baik bagi dirinya. Oleh karena itu, kalau seseorang berbuat sesuatu sesuai dengan bisikan hatinya, maka orang tersebut perbuatannya pasti baik. Jadi berbuat dan bertindak menurut suara hati, maka tindakan itu adalah baik. Jadi baik atau buruk itu dilihat menurut suara hati sendiri. Meskipun demikian harus dinilai dan diukur menurut suatu atau pendapat umum. Jadi kebajikan adalah perbuatan yang sesuai dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya, karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri, sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku seseorang adalah: factor pembawaan, factor lingkungan dan pengalaman.


D. Usaha dan Perjuangan
            Usaha perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelangsungan hidupnya. Pejuangan untuk hidup sudah menjadi kodrat manusia. Tanpa usaha dan pejuangan manusia tidak dapat hidup dengan sempurna. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia harus bekerja keras. Apabila seseorang bercita-cita menjadi seorag ilmuwan, ia harus rajin belajar dan tekun serta memenuhi semua ketetuan akademik.
Kerja keras itu dapat dilakuakan dengan ilmu dari manapun, dilakukan  dengan jasmani atau dengan kedua duanya. Para ilmuwan lebih banyak bekerja keras dengan otaknya/ilmu nya dari pada jasmani nya.  Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia.  Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuannya. Karena kemampuan terbatas itu lah yang timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dengan manusia lainnya.
Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahliannya. Orang yang bekerja dengan berfisik lemah memperoleh hasil sedikit, keterampialn akan memperoleh penghasilan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai keterampilan. Karna itu mencari ilmu dan keahlian itu keharusan dalam kehidupan seseorang. Sebagaimana dinyatakan dalam ungkapan sastra: “tuntunlah ilmu dari bulan samapai liang lahat” dalam pendidikan dikatakan sebagai “long life education”.
Contoh dari usaha atau perjuangan: seorang ayah untuk dapat menghidupi keluarganya, ia harus berusaha bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya agar kebutuhan nya dapat terpenuhi.


E. Keyakinan dan Kepercayaan
            Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari kata akal atau kekuasaan Tuhan yang terbagi atas 3 aliran yakni :
  Aliran naturalisme.
  Aliran intelektualisme.
  Aliran gabungan.










a.      Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya pada Tuhan, natur itulah yang tertinggi. Tuhan menciptakan alam semesta lengkap dengan aturan-aturannya, secara mutlak dikuasai Tuhan. Manusia sebagai makhluk tidak mampu menguasai alam ini, karana manusia itu lemah. Manusia hanya dapat berusaha/berencana tetapi Tuhan yang menentukan. Aliran naturalisme berintikan spekulasi, mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan. Lalu mana yang benar, yang benar adalah keyakinan. Jika kita yakin Tuhan itu ada maka kita katakan Tuhan ada. Bagi yang tidak yakin, dikatakan Tuhan tidak ada yang ada hanya natur.
Bagi yang percaya Tuhan, Tuhan itulah kekuasaan tertinggi, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan, karana itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran-ajaran Tuhan yaitu agama. Apabila aliran naturalisme ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari Tuhan. Jadi pandangan hidup dilandasi oleh ajaran-ajaran Tuhan melalui agamanya. Manusia yakin bahwa kebajikan itu diridhoi oleh Tuhan pandangan hidup yang dilandasi keyakinan bahwa Tuhanlah kekuasaan yang tertinggi, yang menentukan segala-galanya disebut pandangan hidup keagamaan . 
B. Aliran Intelektualisme
            Dasar aliran ini logika / akal. Manusia mengutamakan akal, dengan akal manusia berpikir, mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan pikir (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses dengan akal diciptakan teknologi. Akal berasal dari bahasa Arab, artinya kalbu, yang berpusat di hati, sehingga timbul istilah “hati nurani”, artinya daya rasa. Di barat hati nurani ini menipis, justru yang menonjol adalah akal yaitu logika berpikir. Karena itu aliran ini banyak dianut di kalangan barat. Di timur orang mengutamakan hati nurani yang baik menurut akal belum tentu baik menurut hati nurani.
Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal. Benar menurut akal itulah yang baik. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal. Pandangan hidup ini disebut liberalisme. Kebebasan akal menimbulkan kebebasan bertingkah laku dan berbuat, walaupun tingkah laku dan perbuatan itu bertentangan dengan hati nurani. Kebebasan akal lebih ditekankan pada setiap individu. Karena itu individu yang berakal dapat menguasai individu yang berpikir rendah.
c. Aliran Gabungan
            Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal, kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dunilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani.
Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbul dua kemungkinan pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir, sedangkan hati nurani dinomer duakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya tetapi tidak menentukan , dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat), pandangan hidup ini disebut sosialisme. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, kedua-duanya mendasari keyakinan secara berimbang, akal dalam arti baik sebagai logika berpikir maupun sebagai daya rasa, logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif pandangan hidup ini disebut sosialisme. Religius. Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.


F. Langkah berpandangan hidup yang baik

            Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya.Bagaimana kita memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yangbersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapaitujuan dan ada pula yang memperlakukan sebagai sarana kesejahteraan, ketenteraman dansebagainya.Maka kita seharusnya mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup ini. Karenahanya dengan mempunyai langkah-langkah itulah kita dapat memperlakukan pandanganhidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Maka dari itu di bawah inibeberapa langkah-langkah dalam berpandangan hidup yang baik, sebagat berikut:

a.      Mengenal
Mengenal ini merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertamadan setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup.

b.      Mengerti
           Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang balk adalah mengcrti. Mengerti di sinidimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bernegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bernegara. Begitu juga bagi yang berpandangan hidup pada agama islam, hendaknya kita mengerti apa itu AlQur‟an, hadits dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatu kehidupan baik di dunia maupun di akherat. Selain itu juga kita mengerti untuk apa dan dan mana Al Qur‟an, hadits,dan ijmak itu. Sehingga dengan demikian mempunyai suatu konsep pengrrtian tentangpandangan hidup Islam itu.

  c.   Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai pandangan hidup itu sendiri.Mcnghayati di sini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandungdidalamnya, yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandanganhidup itu scndiri. Dengan menganalisa dan bertanya kepada orang yang lebih mampu dalam pemahaman pandangan hidup.

d.      Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitasnya, baik secara kemanusiaan, maupunditinjau dan segi kemasyarakatan maupun bernegara dan dan kehidupan di akherat, makahcndaknya kita menyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini memerupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.Dengan yakin (meyakini) berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlasterhadap pandangan hidup itu. Adanya sikap menerima secara ikhlas ini maka adakecenderungan untuk selalu brrpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dantindakannya atau setidak-tidaknya tingkah laku dan tindak-tanduknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakininya.

e.       Mengabdi
Pengabdian merupakan suattu hal yang penting dalam mcnghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih – lebih oleh orang lain.Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedang perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan mengabdi itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akherat. Dampak berpandangan hidup Islam yang antara lain yaitu mengabdi kepada orang kedua orang tua. Jadi bila kita sudah mengenal, mengerti, menghayati dan meyakini pandangan hidupini, maka selayaknya disertai dengan pengabdian Dan pengabdian maka hendaknya dijadikanpakaiannya baik dalam waktu tenteram lebih-lebih bila menghadapi hambatan dan tantangan.

   f. Mengamankan
Proses mengamankan merupakan langkah terakhir. Tidak mungkin atau sedikitkemungkinan bila belum mendalami langkah sebelumnya lalu akan ada proses mengamankanini. Langkah yang terakhir ini merupakan langkah yang terberat dan benar-benarmembutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demitetap tegaknya pandangan hidup itu.Misalnya seorang yang beragama Islam dan berpegang teguh kepada pandanganhidupnya, lain suatu ketika dia dicela baik secara langsung ataupun secara tidak Iangsung,maka jelas dia tak menenima celaan itu. Bahkan bila ada orang yang ingin merusak ataubahkan ingin memusnahkan agama Islam baik terang-terangan ataupun secara diam-diam,sudah tentu dan sudah selayaknya bila kita mengadakan tindakan terhadap segala sesuatuyang menjadi pengganggu. Dengan kata lain para pengikut pandangan hidup Islam akanbertindak untuk mengamankan terhadap segala tindakan yang bermaksud atau inginmengganggu salah satu diantara pandangan hidup itu, pasti ditindak selain oleh Allah kelak  juga oleh para pengikut Islam itu sendiri.






Studi Kasus
Di negara kita sekarang ini, semakin maraknya kasus terorisme. Masalah ini terjadi akibat kurang tepatnya pandangan suatu orang terhadap masalah kehidupan sehari – hari. Mereka menafsirkan atau mengartikan suatu ajaran secara sepotong – sepotong dan hanya berdasarkan pada satu atau dua sumber saja tidak melihat keadaan sekitar yang diperkirakan secara logika sehingga mendapatkan penjelasan yang kurang tepat.
Mereka berpandangan bahwa semua orang yang menentang atau memusuhi keyakinannya adalah musuh buat mereka dan itu harus dimusnahkan dari muka bumi ini untuk terciptanya kehidupan yang aman dan sejahtera. Padahal kalau kita perhatikan sebenarnya pandangan mereka terhadap masalah tersebut adalah kurang tepat, bukan sewajarnya orang yang keliru itu disadarkan untuk kembali ke jalan yang lurus bukan malah ditiadakan atau dimusnahkan.

Tetapi pandangan seperti itu seperti sudah mendarah daging pada diri mereka dan orang – orang pengikutnya. Bahkan mereka menganggap kalau melakukan hal tersebut akan mendapat suatu pahala yang besar dan kalaupun mereka meninggal dalam menjalankan aksi mereka tersebut dianggap sebagai mati syahid (mati di jalan Allah swt). Padahal kalau diamati justru perbuatan yang mereka lakukan itu sangat merugikan orang lain, seperti menghilangkan nyawa orang lain pasti keluarga yang ditinggalkan itu akan menyimpan duka yang sangat mendalam dan bahkan sulit untuk dihilangkan. Banyak anak kecil yang kehilangan orang tuanya, para orang tua kehilangan lapangan pekerjaan, dan sebagainya.

Mereka juga tidak segan untuk menyebarkan ajarannya tersebut kepada orang – orang yang ada disekitarnya sehingga pengikut semakin banyak. Dan hal tersebut tidak akan berhenti sebelum apa yang mereka inginkan tercapai.
Meskipun pimpinan gembong teroris sudah banyak yang tertangkap, tetapi terorisme masih terus terjadi. Hal tersebut dikarenakan bahwa ajaran yang mereka ajarkan masih belum mati dan terus berjalan sehingga siapa saja bisa menerukan ajaran tersebut meskipun sang pemimpin telah tiada.

NAMA: YUNITA EKAMULYATI
NPM: 19513603